This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 02 Desember 2020
Mungkin Belum Waktunya
Kamis, 17 September 2020
YOUR PRIORITY
Senin, 03 Agustus 2020
PUISI BAHASA SUNDA: KAENDAHAN ALAM
“KAENDAHAN ALAM”
Gunung ngajungkiring luhur...
Tangkal kalapa ngagupayan…
Kawas bade naros ka abdi…
Di langit sonten anu mimiti poek…
Abdi jempe sorangan…
Neuteup ombak anu ngagulung-gulung…
Kawas nuju ka sisi basisir…
Kalawan desiranna anu kitu halimpu…
Sareng reyem-reyemna panon poe…
Di rohang jomantara awan ngadigleg…
Kawas kapas nu diawurkeun…
Gumbira pisan ngabageakeun datangna wengi…
Sakitu lami ningali alam nu endah…
Sakitu lami ngocorna nikmat…
Teu kenging mopohokeun kawajiban syukur…
Teu kenging dugi hate deleka…
Alam ieu kitu endah…
Alam ieu kitu mentereng…
Hayu urang ngalindungan…
Supados angger kajaga endahna…
Jumat, 03 April 2020
Sekilas Cerita
Aku mengenalmu lewat sebuah kegiatan formal yang sama-sama kita ikuti. Aku mengenal wajahmu tapi tidak dengan namamu. Wajah yang pernah kutemui saat di Bogor pada 2017 lalu. Wajah yang membuat hatiku berkata, kamu berbeda dengan laki-laki yang lain. Tapi, apa yang terjadi? Allah takdirkan kita bertemu dalam sebuah kegiatan yang membuat wajah dan namamu kini semakin ku kenal.
Benakku berbicara agar kita tak perlu bersua terlalu rutin saat itu. Hatiku menolak, berharap kita tak perlu berbicara lebih jauh. Tapi, Allah berkehendak lain. DIA menakdirkanmu membersamaiku beberapa bulan saat itu. Hatiku cemas sebab menganggap bahwa kita tak satu frekuensi. Pembicaraan-pembicaraan kita pun tentu tak akan terkoneksi. Itu yang ada dalam pikiranku.
Rupanya, Allah menegurku dengan cara ini.
Beberapa bulan berjalan, aku mengenalmu hampir secara utuh. Segala hal buruk tentangmu tak ada yang benar-benar adanya dirimu. Kamu justru laki-laki yang tawadhu. Laki-laki yang cerdas dan tampan yang mana tak sebanding dengan aku.
Kini aku terjebak dengan segala hal tentang dirimu. Meski hanya bisa kuraih dalam angan.
Segala tentangmu yang telah menjelma menjadi satu kenangan.
Terima kasih atas kehadiranmu. Aku banyak belajar untuk tidak menilai seseorang sebelum mengetahui lebih jelas.
Lagi-lagi ku sampaikan.
Hadirmu kini bukan lagi sekadar teman.
:)
Sabtu, 04 Januari 2020
Tentang Akhlak
Jumat, 03 Januari 2020
Menetap atau Pindah?
“Apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia. Barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (Jami’ Al ‘Ulum wa Al Hikam, halaman 77). sumber:
https://shahihfiqih.com/mutiara-salaf/nasehat-dan-adab-menyampaikannya/
Melemparkan dengan senyuman. Bukan berarti meremehkan. Hanya berusaha menghindar dari perdebatan dan berkaca diri bahwa boleh jadi ada sesuatu dalam diri yang harus dibenahi.
Rabu, 01 Januari 2020
Kekuatan Keyakinan
Jam 6 pagi saya berangkat. Berbekal nasi bungkus yang juga sudah saya siapkan selepas subuh. Pun izin orangtua yang tidak saya lewatkan. Mereka yang paling tahu salah satu keinginan saya. Sebab beberapa kali ketika melihat Masjid Istiqlal di televisi, saya selalu bilang ke mereka, "Saya ingin sekali ke sana."
Sekitar pukul 08.00 saya sampai di sana.
Ada banyak cara Allah mengundang hamba-Nya ke suatu tempat yang di inginkan. Bahkan tanpa mengeluarkan biaya sepersenpun. Tanpa bingung harus menggunakan transportasi apa. Hanya duduk manis dan sepanjang jalan cuma meringis dalam hati. "Ya Allah, betapa kecil diri ini. Betapa lemah diri ini. Engkau Maha Besar. Engkau Maha Baik."











