This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 10 Juli 2019

Sahabat


Sahabat

Sahabatku, sejenak rehatlah dari penat-penat menjerat,
dengarkan pelukan rindu nan menggebu seru,
sementara mengajak semesta mengeja kata, menguntai do’a.

             Seseorang dianggap sahabat biasanya karena memiliki keakraban berbeda dengan yang lain. Boleh jadi sudah merajut pertemanan dalam kurun waktu cukup lama. Sehingga tercipta sebuah hubungan dan kemudian dinamakan persahabatan. Setelah orangtua, dengan sahabatlah kita sering menghabiskan waktu liburan.
         Sahabat ibarat rumah kedua, bersedia mendengarkan cerita bagi kita yang baru tiba dari perantauan. Adanya kedekatan inilah seseorang dapat mengenal satu sama lain. Mengetahui benar bagaimana tingkah laku dan sifat sahabatnya. Sehingga komunikasi ini dapat membantu seseorang menjadi orang yang lebih baik. Sebab selain dituntut menjaga keburukan sesama. Kita pun belajar menciptakan ukhuwah dalam persahabatan.
          Seperti halnya jalinan rumah tangga, seseorang membutuhkan kepercayaan dan dipercaya. Bagaimana hubungan dapat berjalan lama tetapi sekadar titik percaya pun tidak timbul? Ibarat ada orang menginginkan fondasi rumah yang kuat. Tetapi, Ia hanya membangunnya dari bilah bambu dan kayu.
            Jika kita merindukan sahabat, apa yang akan kita lakukan? Merencanakan pertemuan? Atau terbenam mengingat memori lampau? Merindukan masa kecil bukan perkara biasa. Sebab semakin usia menumbuh amanah tidak kian menjauh. Ia mendekat rekat, bukan sekadar ucapan melainkan perlu tindakan.
            Mari mendefinisikan apa itu sahabat,
            lewat peristiwa yang melekat erat dalam benak, 
      ketika diri kita diliputi kegundahan menginginkan persaudaraan yang sehat,           
      persahabatan yang berada dalam keridoan-Nya.
            Sepenggal kisah mengenai esensi rindu pada perputaran waktu. Bagi kita yang sejak kecil sudah dibina dalam lingkungan agamais pasti begitu merindukan suasana religi di ruangan kecil nan mulia. Tempat mengkaji ilmu agama. Tempat menuai berkah dari para ustaz dan ustazah. Menghafal hadis dan ayat-ayat pada juz amma.
            Menggali akidah, menjadi pengharapan supaya kita menjadi manusia berakhlak. Mempelajari fiqih, menjadi asa mengejar ketertinggalan pada hal-hal kecil yang biasa disepelekan. Baik tentang berhadas besar maupun kecil.
            Mendengarkan sirah nabawiyah, mengajak tenggelam pada situasi ketika para guru menyampaikan cerita para nabi dan rasul-Nya. “Anak-anak, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki empat orang sahabat yang selalu mendukung dakwah beliau hingga akhir hayatnya. Sosok pertama, sahabat yang tidak lelah berkata benar. Sahabat Nabi saw ini terkenal dengan kejujuran dan sifatnya yang bijaksana. Beliau juga salah seorang pedagang yang adil. Siapakah dia? Dia adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq radiallahu anhu.
            Sahabat yang kedua adalah sosok pemberani dan tegas. Ia pernah mendatangi rumah penduduk demi melihat keadaan rakyat yang sebenarnya. Ia rela memikul gandum untuk rakyat miskin. Siapakah dia? Dia adalah Umar Bin Khattab radiallahu anhu.
            Berlanjut pada sahabat Nabi saw yang ketiga, ialah sosok yang terkenal dengan kedermawanannya. Harta kekayaan beliau banyak namun dilimpahkan untuk kemaslahatan umat Islam, beliau adalah Utsman bin Affan radiallahu anhu. Dan sosok yang terakhir adalah seorang pemuda yang terkenal dengan kecerdasan dan keluasan ilmu pengetahuannya. Ia adalah sahabat sekaligus menantu Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapakah dia? Dia adalah Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu.”
            Salah satu wujud dari persahabatan adalah bentuk kebaikan. Persahabatan adalah Abu Bakar Ash Shiddiq ra., yang rela mendampingi Nabi Muhammad saw dalam suka dan duka. Melindungi beliau dari ejekan dan pembunuhan yang direncanakan oleh kafir Quraisy.       Persahabatan adalah Umar bin Khattab ra., dengan watak keras dan tegasnya menjadi pembela umat islam. Beliau sosok kritikus yang seringkali memprotes kebijakan Nabi Muhammad saw yang dianggap tidak rasional. Beliau mampu membedakan yang hak dan batil. Sehingga Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam memberi gelar dengan sebutan Al-Faruk yakni Sang Pembeda.
            Adalah Utsman bin Affan, seorang penderma 20.000 dirham untuk menggali mata air demi kepentingan umat. Kekayaannya diperuntukkan mengembangkan Islam dan mendukung dakwah Nabi saw. Dan persahabatan adalah Ali bin Abi Thalib ra., yang berani mempertaruhkan nyawa demi melancarkan hijrah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbaring di tempat tidur beliau ketika rumah Nabi saw dikepung kafir Quraisy.
            Kita memiliki banyak teman yang tak terhitung dengan jemari. Tetapi, hakikatnya hanya satu atau dua orang yang ada bagaimanapun keadaan kita. Kita mampu mendapati banyak pujian, tetapi sahabat berani melontarkan kritik demi kebaikan.
            Mereka adalah orang yang dipilih-Nya menuntun kita tetap di garis kebajikan. Jangan khawatir! Sahabat bukan soal kuantitas. Kita bisa memilih. Banyak tapi menyesatkan atau satu yang setia mengajak kebaikan?
            “Perumpamaan kawan yang baik adalah seperti orang yang membawa minyak wangi di mana meskipun ia tidak memberi minyak wangi itu kepadamu, niscaya kamu akan mendapatkan baunya yang harum. Sedangkan perumpamaan kawan yang jahat adalah seperti tukang pandai besi di mana bila ia tidak membakar bajumu maka kamu akan kena asap apinya.” (Abdullah bin Mas’ud ra.)
            Bunga dan kupu-kupu. Keduanya sama-sama mendapati keuntungan. Bunga terbantu dengan kupu-kupu yang hinggap di kelopaknya. Dengan kehadiran kupu-kupu terjadilah proses penyerbukan. Begitu juga dengan kupu-kupu yang beruntung bisa menyerap nektar dari bunga.  Inilah bentuk persahabatan flora dan fauna. Sebuah interaksi yang mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak.
            Jangan sebagai benalu yang diuntungkan karena mendapat air dan mineral dari inangnya. Sehingga sang inang terhambat proses pertumbuhan dan perkembangan sebab hasil serapan akarnya digunakan oleh benalu. Berteman boleh dengan siapa saja. Tetapi  hendaknya kita selektif dan bijak dengan melihat siapa-siapa yang ada sebagai penikmat canda namun hilang ketika duka.
            Ada seseorang yang sudah lama tak ada kabar, tiba-tiba datang karena ia ada butuh. Ada pula yang mengulurkan tangan ketika kita tersungkur jatuh. Sahabat tidak melihat bagaimana rupa, harta dan pangkat. Sahabat hanya memandang, bahwa ada dirinya di mata kita. Meskipun secara raga sudah tak pernah bersua.
            Saat paling bahagia adalah ketika kita menjadi alasan seseorang tersenyum. Orang yang demikian sama halnya pada pohon yang tengah berbuah. Orang-orang senang melihatnya. Ketika kita menjadi prioritas seseorang. Jadilah pendengar yang tenang menangkap curahan hati mereka.
            Sampaikan kabar gembira pada petang,
            meskipun ia datang sekejap,
            tapi detik-detik kemunculannya, ditunggu banyak orang.
            Begitu pula pada ribuan gemintang,
            bergelayutan genit di cakrawala,
            menemani penikmat langit, melepas kerlip-kerlipnya.
            Sekali lagi, persahabatan bisa bertahan bila ada kepercayaan. Percaya menjadi bagian atau perantara memecahkan persoalan. Persahabatan pun tak melulu mulus. Akan ada situasi di mana kesalahpahaman terjadi. Dari situ, diujilah kedewasaan keduanya. Bila egois mendominasi keadaan. Coba keluar walau sekadar meratap langit atau menembus kesunyian di sela-sela lambaian daun.
            Pertengkaran merupakan salah satu ujian persahabatan. Adakah keduanya mampu lulus? Dengan mengalahkan ego-lah, kita memperoleh pelajaran baru dari sebuah universitas kehidupan. Selamat menikmati persahabatan sehat nan taat pada syari’at. Selamat menggapai impian menjadi sahabat sejati dalam hidup seseorang.

                       Yulia Nila Cahya, perempuan kelahiran kota Bahari ini memiliki ketertarikan di dunia kepenulisan sejak awal SMA. "Ku akhiri dengan Move On adalah karya pertamanya yang dikompetisikan dalam lomba bulan bahasa di SMA pada tahun 2012 silam dan berhasil menjadi juara 1. Beberapa kali sempat berkontribusi dalam antologi cerpen dan puisi. Tahun 2015, antologi cerpen pertamanya berjudul Para Pencari Lailatul Qadar sedangkan puisi berjudul Lelaki Tanpa Nama (2016) dan Tamu (2017). Di Balik Diammu, Ayah (2015) menjadi antologi cerpen keduanya. Menyukai bidang astronomi dan apa pun yang berhubungan dengan fonemena alam semesta. Belajar astronomi dianggapnya sebagai wadah mentadabburi kebesaran Allah Ta'ala

Rabu, 05 September 2018

Berikut 5 Tips Mencari Ide Menulis Blog yang Harus Anda Ketahui


Menulis adalah bentuk kebaikan pada banyak orang. Melalui tulisan yang Anda buat masyarakat mengetahui informasi apa saja yang sedang mereka butuhkan.

Teknologi semakin canggih meningkatkan rasa ingin tahu di masyarakat. Blog memberikan ruang bagi Anda untuk berkarya. Ide-ide seringkali bertebaran sehingga Anda mudah menuliskannya.

Namun kadangkala ada momen saat Anda mengalami kebuntuan atau stuck in the moment. Rasanya hal itu membuat Anda bingung, kan? Ingin menulis blog tapi sulit memulai dari mana. Dipaksa lanjut pun justru masih belum bisa menemukan pencerahan.

Nah, di sini ada beberapa tips mencari ide menulis blog yang bisa Anda implementasikan ketika Anda mulai kehilangan pokok bahasan untuk di-posting.

1.Melakukan perjalanan
Tinggalkan sejenak pekerjaan menulis Anda. Kemudian bergegaslah keluar rumah untuk mulai berpetualang ke tempat-tempat yang belum pernah Anda kunjungi.

Tempat baru akan meninggalkan kesan yang ‘fresh’ sebagai pengalaman Anda. Bisa pergi ke kota, desa atau sekadar jalan-jalan ke taman jika budget belum mencukupi.

Melakukan perjalanan mampu membuat pikiran Anda lebih segar. Banyak peluang yang dapat Anda temui karena pasti akan ada cerita dan ilmu baru yang bisa dijadikan ide menulis blog.

Baik lewat kejadian bahkan sekilas mengamati banyak orang dari kejauhan. Di sisi lain perjalanan mampu merubah mood Anda dan mengurangi tingkat stress.

2. Blogwalking
Bila cara di atas mengajak Anda untuk memanjakan diri di luar rumah. Blogwalking ini berupa aktifitas menjelajahi blog-blog orang lain di website. Membaca situs blog lain membantu Anda menemukan apa yang sedang dicari.

Jika Anda fokus mengulas hal-hal berbau kesehatan segeralah baca artikel yang berkaitan dengan hidup sehat. Blogwalking memberi solusi dalam mencari ide menulis blog karena Anda dituntut untuk membaca. Seperti yang banyak orang katakan bahwa penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

3. Mind Mapping
Belajar melatih otak dengan menulis merupakan cara terbaik menemukan ide. Melalui kegiatan mind mapping, Anda akan menuntun otak untuk mencatat ide-ide atau gagasan. Mind mapping ini memiliki kelebihan dalam meningkatkan kemampuan mengingat sesuatu lebih urut dan detail.

Sediakan kertas kosong dan pena kemudian latih diri menuliskan apa saja yang lewat di pikiran Anda. Misal: jika terlintas kata sepeda, tulis saja. Setelah 1 menit berlalu tentu banyak gagasan yang sudah Anda tuangkan di atas kertas tersebut. Dari ide-ide kecil tersebut Anda terbantu karena ada tambahan kata-kata baru.

4. Banyak Membaca Buku
Anda bisa mendapatkan ilmu baru lewat aktifitas membaca karena seperti kata pepatah bahwa buku adalah gudang ilmu. Ikuti suara hati Anda kira-kira bacaan apa yang lebih sreg untuk dibaca.

Dengan membaca dapat memperdalam kosa-kata, menemukan inspirasi dan berlatih untuk fokus. Nantinya Anda bisa mengulas kembali hasil bacaan tersebut di blog. Sehingga Anda lebih terlatih mengembangkan ide dan tulisan.

5. Bergabung Dalam Ruang Diskusi
Diskusi akan mengajak Anda membuka mata dan pikiran. Dalam mencari ide menulis blog, diskusi lebih ekspresif karena membuka wawasan Anda mengenai pendapat orang lain. Diskusi membantu Anda menambah koneksi pertemanan.

Melalui diskusi Anda bisa menjumpai pengetahuan baru lewat pembahasan yang digelar di forum. Dalam hidup tentu Anda membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, diperlukan aktifitas yang juga langsung berkaitan dengan manusia.

Nah, itulah 5 tips mencari ide menulis blog yang bisa Anda coba. Ada kalanya jemari Anda lancar menuangkan kalimat-kalimat di depan layar komputer. Tapi ada saat di mana kejenuhan itu menghampiri. Pilihan ada di tangan Anda. Hal-hal sederhana ini bisa dicoba sebagai solusi menemukan gagasan.

Selamat Mencoba!

Islam Memuliakan Wanita

Islam memuliakan wanita sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur'an. Allah menciptakan makhluk ini bukan semata-mata sekadar pernik perhiasan dunia melainkan untuk beribadah kepada-Nya.

Sebagaimana laki-laki yang memiliki kebebasan bergerak dan bertindak. Begitu pula wanita yang juga memiliki hak beraktivitas sesuai koridor dan kodratnya. Islam memandang wanita penuh kemuliaan.

Selama ini yang kita ketahui bahwa kegiatan wanita hanya terkurung dalam rumah, mengurus rumah tangga sehingga membuat sebuah stigma bahwa wanita tak memiliki kebebasan layaknya kaum adam dan tak sedikit yang merendahkan.

Namun saat ini pandangan kita meluas menyaksikan para wanita tangguh memberanikan diri keluar dari kurungannya. Mereka yang berpeluh mencari nafkah untuk membahagiakan keluarga.

Ilmu pengetahuan dan teknologi menghadirkan dunia baru bagi wanita. Kaum hawa ini mampu membuktikan pada dunia bahwa dirinya tetap bermanfaat di luar rumah.

Pemahaman banyak orang mengenai gender membatasi wanita untuk bergerak. Bagaimana pun memang laki-laki dan wanita tak bisa disetarakan lantaran dua insan ini sudah memiliki hak dan kewajibannya masing-masing.

Seorang wanita tetap dalam jalurnya; feminin tak bisa dipaksakan untuk tampil maskulin.

Selain itu kita pun telah membaca banyak sejarah tentang wanita. Siti Khadijah r.a istri Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam sang teladan kaum hawa seluruh dunia.

Seorang penyabar yang berjuang membantu penyebarluasan dakwah suaminya. Kesetiaannya, keshalihahannya menjadikan ia seorang wanita yang patut diteladani oleh kita.

Begitu juga di nusantara, R.A Kartini, perempuan keturunan Jawa yang pada akhirnya menuntut emansipasi bagi para wanita. Beliau memperjuangkan keinginannya mengenai hak wanita untuk belajar.

Pendidikan bukan sekadar ruang untuk bergelut dengan angka dan kata. Tapi pendidikan mengajari manusia agar bermanfaat untuk sesama.

Bagi Kartini, mengenyam pendidikan bukan untuk menyaingi kaum adam. Melainkan belajar adalah kewajiban manusia. Kecerdasan Kartini melahirkan karya-karya nyata yang sampai detik ini dinikmati wanita.

Karya Habis Gelap Terbitlah Terang adalah surat-surat Kartini pada sahabatnya. Namun setelah diselidiki kalimat tersebut pun diambil dari Q.S Al-Baqarah 257 : minazh zhulumaati ilan nuur yang artinya dari kegelapan - kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (islam).

Dengan demikian, pemahaman mengenai gender tak lepas dari apa tujuan manusia diciptakan yang sebenarnya. Banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas soal wanita dan tentu memberikan isyarat bahwa wanita sebaiknya tetap dalam kodratnya karena Allah tidak membedakan manusia dari jenis kelamin melainkan fungsionalitas dan kodratnya masing-masing.

Jumat, 25 Mei 2018

HIJRAHMU UNTUK SIAPA?

Setiap diri bisa memilih menjadi yang 'DIA' inginkan atau 'dia' inginkan. Kesibukan merias penampilan karena alasan sebuah nama, percayalah akan sungguh merepotkan. Sebagai perempuan, bukankah kita diminta menjaga penampilan? Ya, lebih tepatnya aurat.
Mungkin cantik-mu dulu dengan riasan rambut terurai. Dihiasi warna-warni agar dibilang kekinian, katamu.
Mungkin agar tak ketinggalan jaman, baju bermodel membuatmu tetap menarik.
Sampai pada akhirnya, dirimu dipertemukan dengan sebuah paras yang menentramkan hati. Membuatmu malu tuk berpapasan. Sehingga sesekali hanya sekadar lirikan tuk mencuri pandangan.
Ada yang menghujam jantungmu. Mendebarkan setiap kali wajah kau angkat ke arahnya dan berakhir senyum mengembang di bibir.
Apakah itu? 
Duhai muslimah, pertemuan dengan laki-laki salih adalah sebuah dambaan. Adalah perkara yang boleh jadi sebagai penyemangat untuk berikhtiar dalam kebaikan. 
Duhai muslimah, tugas kita adalah menjaga. Sebab fitnah terbesar laki-laki adalah wanita. Sebagaimana yang disampaikan para alim ulama bahwa sebaik-baik perhiasan adalah wanita salihah.
Duhai muslimah, barangkali saat ini penampilan baru -pakaian longgar dengan jilbab yang terulur, bukan lagi helaian rambut yang dipertontonkan- membuat percaya diri pudar. Belum lagi ocehan manusia yang tak ada habisnya mematahkan proses dan targetmu.
Ya Rahmaan, Maha Pengasih yang tak pernah pilih kasih. DIA memberikan kesempatan pada setiap hamba yang mau berubah. Entah lewat kejadian yang tidak menyenangkan atau sesuatu di luar dugaan. Tapi satu hal bahwa Allah tidak membebani seseorang melebihi batas kesanggupan hamba-Nya.
Hidayah pun bisa datang kapan saja dan ketika ia hadir menyapamu, genggam erat dengan doa-doa yang kau langitkan setiap solat.
"Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diinik"
Allah Maha Pembolak-Balik Hati. Bila dirimu berhijrah bukan lillahi ta'ala tapi sebab pangeran dunia. Siapkan diri ketika dia berpaling dari Tuhan-nya. Apakah dirimu akan tetap teguh memegang keistiqomahan?
Barangkali dirimu tak hanya melukiskan kalimat surgawi lewat doa. Barangkali di atas kertas putih ada goresan pena yang berisi harapan. Benda itu memang bukan azimat atau barang sakti yang menjadikanmu salah arah. Namun bila ada keyakinan, tulisan-mu akan punya kekuatan.
Tulisan yang berisi keinginan tuk tetap tegak di jalan kebaikan. Tulisan yang mengingatkanmu agar menjauhi keburukan
Tapi, salihah...,
Bila memang sebuah nama menjadikanmu semangat berubah -ke arah yang lebih baik-.
Bila memang sebuah wajah menjadikanmu empat lima tuk selalu di jalan-Nya.
Mudah-mudahan perlahan nantinya 'kan muncul tekad bulat untuk menjadikan DIA satu-satunya alasanmu mengarungi samudera keikhlasan yang dalamnya tak terukur, yang luasnya tak berujung.
Sekarang, sudah siapkah diri untuk benar-benar lurus dalam berhijab? 
#Day4
#RamadanBerkisah
#PenaJuara

Rabu, 24 Januari 2018

Begitu Besar Nikmat-Mu, Begitu Kecil Syukurku

Bismillahirrahmaanirrahiim
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad

Seringkali kita meminta pada-Nya. Meminta supaya apa yang diinginkan terkabul segera. Meminta segala kemudahan menjadi bagian hari-hari kita. Tanpa malu. Tanpa ragu. Ketika doa kita tak terkabul seakan hidup paling sengsara atau merasa keadilan sedang tidak berpihak. Astagfirullah.  Irhamna Ya Allah. Tiada daya dan upaya selain pertolongan Engkau. Laa haula walaa quwwata illa billah.


Ketika azan berkumandang, kita masih disibukkan dengan banyak aktifitas. Ketika ada masalah baru kita fokuskan dengan-Nya. Allah, tak pernah Engkau bosan mendengar curahan hati hamba-hambaMu. Padahal lalai masih menyelimuti diri kami namun Rahman dan Rahim-Mu tak pernah terputus.


Nikmat-Mu alangkah indah, meski diri ini selalu berkeluh kesah. Hari ini Engkau tunjukkan pada hamba yang lemah keajaiban-Mu yang tertera pada Q.S (Aţ-Ţalāq):3 - Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Benar adanya bahwa setiap makhluk telah digariskan rezekinya masing-masing.
Benar adanya bahwa bila diri ini ikhlas Engkau akan membalas dengan yang lebih baik.
Benar adanya bahwa setiap kebaikan akan dibalas kebaikan.
Benar adanya bahwa setiap keburukan akan dibalas keburukan.

Mari berusaha semampu kita. Terus memohon. Seperti yang dikatakan Ustadz Yusuf Mansyur 'Bilang sama Allah, diri ini lemah, pasrah, sudah enggak punya jalan/buntu' Atau kata Ustadz Hanan Attaki 'Jujur aja sama Allah'

Jalani dan syukuri.

Libatkan Allah di setiap urusan. Sertakan sholawat di tiap doa-doa.
Kita tidak pernah tahu doa mana yang akan diijabah.
Kita tidak pernah tahu rezeki datang dari arah mana.

Walhamdulillah

 Nb : Buat teman-teman yang punya cerita hal yang sama boleh banget share di sini

Jumat, 22 Desember 2017

Esensi Hari Ibu

Ini gue tulis selepas kesibukan (nyuci, ngepel dan kawan-kawannya) hahaha.

Izinkan gue mengutip lirik Muara Kasih Bunda yang fenomenal sebagai opening.

Bunda
Engkaulah muara kasih dan sayang
Apapun pasti kau lakukan
Demi anakmu yang tersayang
Bunda
Tak pernah kau berharap budi balasan
Atas apa yang kau lakukan
Untuk diriku yang kau sayang
Saat diriku dekat dalam sentuhan
Peluk kasihmu dan sayang
Saat ku jauh dari jangkauan
Doa mu kau sertakan

Duapuluh dua Desember,
Kita semua mengenal sosok di balik hari tersebut. Sosok wanita yang mengajari keikhlasan, ketaatan, kedisiplinan dan bentuk kebaikan lainnya. Sosok wanita yang Allah muliakan dalam Al-Qur'an dengan tiga kali panggilan. Sosok wanita yang pandai 'berbohong' dengan suasana hatinya. Letih tak ia tampakkan. Bila marah segera diredanya. Lapar pun ia anggap kenyang.

Teruntuk ibu, mama, mamah, bunda, umi, emak. Dengan takzim kami sampaikan terimakasih sebab engkau rela mempertaruhkan nyawa demi buah hati. Terimakasih, telah menjadi mata, ketika diri ini belum mampu mengenal semesta. Telah menjadi kaki, ketika diri ini belum berdaya tegak berdiri. Telah menjadi tangan, ketika yang diinginkan tak mampu dijangkau lengan.

Seperti sebuah kalimat yang tidak asing, bahwa ibu adalah sekolah atau pendidikan pertama bagi anaknya - Al'ummu madrosatul ula' -. Kelembutan jarinya mengantarkan kita mengenal huruf, angka dan benda-benda. Kesabarannya merangkul kita meniti pribadi shalih dan shaliha.

"Mah, gelap malam tak bisa menemukan rintik air di pelupuk mata, sebab menyembunyikan kesedihan merupakan kepandaianmu."

Hari Ibu bukan hanya di bulan desember. Bukan pula di tanggal duapuluh dua. Hari Ibu adalah setiap hari dalam seminggu. Tiada terlewat. Bahkan ikut beradu dengan dentingan detik menuju menit. 

Mengapa ada Hari Ibu?
Sebagai apresiasi rasa hormat untuk wanita yang 'bekerjanya' melebihi kaum adam. Sejak fajar menyingsing dan mentari belum menyilaukan sinar. Hingga malam yang kian pekat dengan gelapnya. 

Dengan takzim kami sampaikan maaf. Lantaran diri yang selalu membuat kesal. Jasa beliau yang tidak akan terbalas tuntas. Tapi raganya tak pernah membatin lelah. 
Maaf, seringkali diri membenarkan sikap yang salah. Dengannya diambil jemari manis yang sedang beranjak dewasa, diantarkannya ke arah yang benar.

Mah, seluruh dunia mengakui ini hari spesial untukmu. Dalam dua belas bulan, di penghujung tahun, di tanggal kembar, mereka -semua anak- menghadiahkanmu banyak hal; ucapan, pelukan, dsb. 

At least, 22 Desember tidak hanya mengingatkan kita pada malaikat tak bersayap yang dikirimkan-Nya, melainkan pengorbanan demi pengorbanan beliau yang seringkali kita abaikan.

Mari sertakan bapak dan ibu dalam doa kita.
Semoga kesehatan dan kebaikan meliputi beliau.
Bagi kalian yang terbentur jarak, sampaikan kabar dengan segera. 
Sebab meski jarak membentang, doa ibu tidak akan terhalang.


Rabbighfirli waliwaalidayyaa warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa. 
Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu aku masih kecil.

Kamis, 06 Juli 2017

"Teruntuk Teman Kecilku"



Assalamu’alaikum, teman kecil.

Izinkan aku merindu, bersamaan dengan bulan yang muncul dari peraduan.

Izinkan aku merindu, sejenak saja di bawah bintang kemintang.

Tidak lagi kudapati kabarmu sejak setahun terakhir. Hai, teman kecil. Bolehkah kuajak kau sebentar memutar waktu? Akan kubawa kau pada lembar catatan awal, pertama kali kita bersua.

Mari teman kecilku, ingatkah kau pada gedung mulia, tempat kita sama-sama belajar mendalami agama. Tempat kita menghafal ayat-ayat pada juz 30 secara bersamaan? atau beberapa hadis sehari-hari. Kita tergabung dalam grup nasyid. Mendengungkan lagu bersama tabuhan rebana. Aku yakin kau masih mengingatnya. 

Mari teman kecilku, kuceritakan padamu tentang persawahan tempat kita menghabiskan waktu. Jam 12 bolong, masih asyik terbenam dengan irigasi yang tidak jarang terisi ikan atau beberapa tutut dengan cangkangnya yang sedikit muncul ke permukaan. 

Mari teman kecilku, kubawa kau ketika kita menyisir arena persawahan dengan sepeda. Walau kadang tersendat bebatuan atau rantai yang tiba-tiba lepas. Tapi, dengan itu kita piawai memperbaikinya.

Baiklah teman kecilku. Mari kita beristirahat sejenak. Memberi jeda yang sebetulnya tetap berlanjut koma. Bayangkan dirimu tengah di rindang pohon tempat kita berteduh kala panas menyengat atau ketika terguyur hujan lebat. O, ya, poskamling kini telah berubah lebih rekat dengan batu bata. Kasihan adik-adik kita tak menikmati nikmatnya bangunan dari kayu yang dihimpitkan dengan pohon ini. Kita memanjat dan duduk di antara cabang yang dipastikan kuat menahan. Lagi, aku yakin kau masih mengingatnya.

Kuceritakan padamu air sungai yang kini keruh. Populasi ikan menurun. Habitat mereka terancam oleh pembangunan perumahan di sini. Adik-adik kita tak sempat menikmati. Belum lagi ceceran sampah plastik tergenang terbawa arus sungai.

O, ya kabar baik untukmu. Jalan umum di sini sudah diperbaiki. Tapi, kendaraan bermotor terkadang ngebut tidak keruan. Orang-orang lebih cepat mengendarai sepeda. Tidak seperti kita yang merasakan banyak gundukan batu kapur. 


Teman kecilku, bagaimana keadaanmu sekarang? Semoga tuturan dariku membuatmu tenang dan mengenang. Semoga suatu saat kau membaca rentetan kata, uraian kalimat dari teman lamamu yang seringkali curhat tentang Mr. X. Kau pernah bilang, amat bosan mendengar ceritaku tentang laki-laki ingusan itu. Tidak, teman. Sejahat apapun dia menyakitiku, ia tetap bagian dari masa lalu. Bagian dari sejarah yang sekarang aku ceritakan kembali. Sekarang dia tumbuh gagah dan tampan sebagai pekerja di kota besar. Kami tidak lagi berbicara satu sama lain. Memilih diam dan membenarkan bahwa bersahabat dengan masa lalu bukan hal mudah. Butuh penerimaan dan pemahaman. Aku selalu belajar bagaimana cara mengikhlaskan bukan sebatas kalimat.

Baiklah, aku berjanji tidak lagi membahas dia. Kecuali kau memintanya. Tarik napas pelan-pelan. Lalu embuskan. Sekarang kuajak kau pada lembaran kedua. Kau boleh membacanya nanti selepas tumpukan tugasmu tuntas. Anggap saja ini sebagai dongeng pengantar tidur. 

Aku rindu, padamu. Terlebih saat bulan Ramadan kemarin. Terdengar petasan meledak di mana-mana. Ada petasan korek, tikus, jagung, roket, air mancur dan kentut. Aku hanya memerhatikan dari kejauhan dan berbisik pada angin, “Aku pernah ada di situasi ini.” Di mana uang Rp 1.500,00 tapi bisa kunikmati semua petasan tesebut. Ya, sebab kebersamaan yang meringankan.

Ketika salat tarawih seharusnya kita khusyuk, bukan? Tapi, kita malah membawa jajanan ringan dan es teh yang dibeli sebelum salat dimulai. Kita asyik bercanda dan kemudian dimarahi orang dewasa. Kita datang limabelas menit setelah azan magrib dan berbuka puasa. Kemudian, menggelar terpal untuk kaum hawa yang hendak salat. Bolak-balik ke tempat wudu. Main air. Sungguh, teman. Itu kembali kulihat tiap Ramadan datang. Adik-adik kecil seakan memainkan lakon sebagai kita. 

Apa yang kita perbuat di rumah-Nya sepuluh tahun silam memang tidaklah baik. Musala tempat beribadah. Bukan tempat bercanda gurau. Kuharap ini pun terjadi padamu. Berkat itu kita rajin, bukan? Ikut pengajian rutin dari senin sampai jum’at di Taman Pendidikan Al-Qur’an dan selepas tamat sekolah dasar kita pun tergabung dalam pengajian tiap sabtu malam. Turut andil di kepanitiaan perayaan hari besar islam. Aktif sebagai pengurus remaja musola dan karang taruna. Dan kau tahu, sekarang semua itu Alhamdulillah masih kurasakan. Di sini aku menemukan teman-teman salihah yang mengajakku datang kajian. Ah, bukankah itu suatu kenangan yang baik untuk diingat?

Mari teman kecilku, kuharap kau tidak lupa dengan serumpun daun bayam-bayaman yang biasa kita iris untuk masak-masakan. Ia masih tumbuh di sana. Adik-adik kita meneruskan kebiasaan ini, loh. Lagi, aku hanya menatap dan bersandar di pagar rumah. Kembali berbisik pada angin, “Aku pernah ada di situasi ini.”

Dan lagi, aku merindukanmu, teman kecil. Ketika kita sama-sama memilih membungkam, mengunci mulut sebab kesalahpahaman atau tidak keluar rumah dan ditanya orangtua, “Lagi berantem, ya?”  Namun kita akur dengan sendirinya. Entah aku atau kau yang memulai.

Deretan kata ini belum cukup mengobati kerinduan. Hanya sebatas menyilakanmu sejenak rehat dari kesibukan. Akan kupasang pendengaran baik-baik saat kau tiba dari perantauan. Cerita kehidupan seperti apa yang berlalu tanpa keberadaanku. 

Terimakasih telah menjadi bagian terindah dalam perjalanan kehidupanku. Menjadi teman pendukungku. Menjadi pengisi masa kecilku. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu menyertaimu. 

Dari teman kecilmu,

Wassalamu’alaikum.

Naskah “Surat Cinta” ini didedikasikan untuk mengikuti Lomba Menulis Surat Cinta dari catatanpringadi.com dan Cantik, Teman Kecilku.